Minggu, 05 September 2010

SEGALA SESUATU, SENANTIASA SEDANG TERJADI

(Mohabbad. 09.61.0228)

Sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa segala sesuatu senantiasa terjadi dapat dimaknai dengan adanya sesuatu yang berjalan dan terjadi, maka terjadilah. Dalam Islam terdapat suatu kalimat yaitu “Kun Fayakun” jika terjadi maka terjadilah. Ini adalah sebuah ungkapan yang dimiliki secara Mutlak oleh Tuhan penguasa alam.
Sebagai manusia yang sedang menjalani kehidupan, maka manusia hanyalah sedang menjalankannya saja tanpa bisa merubah takdirnya. Karena dalam islam terdapat Qodlo dan Qodar yang berarti ketentuan tuhan yang sudah ditetapkan pada zaman azali (sebelum adanya alam semesta), yang mana hal ini adalah hak preogratif (mutlak) Tuhan. Manusia hanyalah Obyek yang sedang menjalankan tugas dan nasibnya saja.
Tidak hanya manusia yang menjalankan sesuatu, tetapi adalah semua yang ada di alam semesta pasti sedang mengalami proses untuk mejalankan sesuatu. Manusia, hewan, tumbuhan, bebatuan, bulan, bintang, matahari, bulan dsb sedang menjalankan semua tugas dan kwajibannya yang sudah menjadi rutinitas yang seharusnya senantiasa terjadi.
Proses berjalannya segala sesuatu ini dimulai dari pada zaman pertama kali dibentuk dan diciptakannya alam semesta ini, dan prosesnya akan berjalan teru dan terus sampai akhir dari dunia ini. Tetapi dalam kepercayaan agama, setelah akhir dunia masih ada proses yang lain, dalam islam contohnya adalah setelah dunia ini berakhir masih ada alam yang lain yaitu alam kubur, akherat yang tidak akan pernah ada akhirnya.
Maka dari itu kesimpulannya adalah semua proses yang ada pasti sedang berjalan ke arah yang ditentukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar